Menebak duet Jenderal Badrodin-Komjen Budi Gunawan pimpin Polri
Kamis, 23 April 20150 komentar
Merdeka.com - Komisaris Jenderal Budi Gunawan resmi menjadi Wakapolri mendampingi Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. Muncul anggapan akan adanya matahari kembar di Korps Bhayangkara. Benarkah ini akan terjadi di Polri?
Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) M Nasser menilai isu seperti itu sengaja diciptakan untuk menggoyang internal kepolisian. Untuk itu dia menyarankan agar kinerja dua jenderal itu diawasi.
"Itu omong kosong pengamat enggak ngerti polisi, provokasi murahan," kata Nasser kepada merdeka.com, Kamis (23/4).
Menurutnya, komposisi saat ini justru lebih ideal ketimbang saat Sutarman menjabat dan wakilnya Oegroseno. Saat itu Oegroseno justru 3 tahun lebih tua dari Sutarman yang merupakan jebolan Akpol 1981.
"Penting diketahui bahwa di kepolisian ada penghargaan terhadap senior. Badrodin ini 82 sementara Budi 83, bagus-bagus saja," ungkapnya.
Untuk status Budi, Nasser mendorong agar Bareskrim segera melakukan gelar perkara. "Dorong Bareskrim segera selesaikan. Kita mohon tidak terpengaruh kedudukan BG sebagai Wakapolri. Kalau ada bukti jangan ragu-ragu, kalau tidak ada beritahu," tandasnya.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menegaskan tidak akan ada dualisme kepemimpinan di Korps Bhayangkara. "Tidak ada. Saya ini kapolri, saya yang pegang komando. Semua ikuti perintah saya," ujar Badrodin di DPR, Rabu (22/4).
Badrodin membantah jika ditunjuknya Budi Gunawan akan menimbulkan kontroversi karena sempat menjadi tersangka di KPK. Menurutnya, hal tersebut sudah menjadi pertimbangan sebelum diambil keputusan.
"Ini sudah dibicarakan dan satu bahan pertimbangan bagi anggota Wanjakti sehingga dari semua masukan itu sudah dibahas bersama dan diputuskan. Dan menurut Wanjakti ini terbaik," tuturnya.





Posting Komentar