Semarang - Bangunan utama Pasar Johar Semarang yang
terbakar Sabtu (9/5) tidak boleh dirobohkan meski terdapat kerusakan yang
mempengaruhi kualitas struktur benda cagar budaya tersebut. Hal itu dikemukakan
pemerhati cagar budaya dari Universitas Diponegoro Semarang Widya Wijayanti.
"Struktur kerangkanya harus
dicek lagi. Kalau pun hasilnya negatif, bukan berarti harus dirobohkan,"
kata Widya di Semarang, Kamis (14/5).
Dalam kebakaran yang menghanguskan
lebih dari 4.000 kios pedagang tersebut, bangunan utama Pasar Johar masih kokoh
berdiri.
Konstruksi atap cendawan dengan
pilar-pilar penyangganya hanya terlihat hitam sisa jelaga kebakaran.
Menurut Widya, struktur asli
bangunan pasar ciptaan Thomas Karsten tersebut telah didesain untuk menghadapi
kondisi berat, seperti kebakaran yang cukup besar.
Arsitek asal Belanda tersebut,
lanjut dia, telah memperhitungkan kualitas beton yang digunakan bagi pasar yang
dibangun pada 1937 tersebut.
Ia menuturkan perlu penelitian
lebih lanjut tentang kondisi struktur bangunan pasar tersebut untuk mengetahui
kondisi yang sesungguhnya.
"Kalau memang ada yang rusak
dikuatkan lagi. Bangunan ini memang didesain untuk pasar, setelah diperbaiki ya
dipakai untuk pasar lagi," katanya.
/LIS
sumber : m.beritasatu.com





Posting Komentar